MANTRA KEMBALI

Karya: REHAN WILLYAN FERDIANSYAH SINULINGGA


Mak,
aku terjerumus pada koridor kebatilan.
Aku dirundung payah
untuk kembali ke labirin kebenaran.
Jerat kelam ini
ibarat tebing yang curam,
penuh bebatuan tajam.
Aku terperosok ke dalamnya,
tiada daya untuk melepaskan diri.
Namun, di kala petuah yang jatuh dari bibirmu
kembali merelung di benakku,
perlahan tapak langkahku
kembali teguh.
Jiwaku melolong untuk lepas,
lepas dari lingkup yang buruk,
menuju arah semula.
"Tinggi harapan, malas usaha."
Kalimatmu telah menjelma mantra di batin,
mantra yang membuatku tetap berdiri tegar,
terus bertahan,
melewati terjangan kusut kehidupan.


Rokan Hulu, 15 Oktober 2026