Babak Akhir Perjalanan

Karya: PUTRI


​Aku berjalan menyusuri pekatnya malam,
mengenang masa lalu yang penuh kelam.
Kuserahkah lelah pada sunyi yang meradang,
karena asa tlah pupus sebelum sempat menjelang.

Wajahmu masih berada di dalam ingatan,
menyisakan luka dari sebuah penolakan.
Aku memilih kalah dalam perjalanan,
menyerah pada takdir dan kepedihan.

Biarlah aku terluka karena menyerah,
daripada terus terkikis oleh perihnya penolakan.
Cukup sudah aku berjuang dalam lelah,
kini kubiarkan rapuh ini menghentikan pergerakan.

Kudekap erat kata menyerah dengan pasrah,
membiarkanmu melangkah bersama dia yang terindah.
Biar kureguk sepi di ruang tanpa arah,
menerima takdir bahwa kita memang tak searah.

kupadamkan bara yang sempat membakar asa,
menyambut sunyi dengan jiwa yang pasrah.
biarlah waktu yang merajut sisa luka,
dan aku berdamai dengan takdir yang lelah.


Pontianak, 17 Oktober 2026