Mundur Tuk Selamanya

Karya: Muhammad Hasan Fadillah


Hening malam begitu panjang...
Gelap tak berujung mengisi ruang...
Cahaya halus menembus jendela...
Menambah kedramatisan...

Senyap waktu tak bersuara...
Lemah tubuh tak berdaya...
Hati keras nan membeku...
Bagaikan sebuah batu...

Mengenaskan nan tak tau akan menanti...
Sendiri berjalan menginggalkan keramaian...
Tanpa arah yang tertuju...

Terhempas tak kenal tempat...
Butiran air berjatuhan...
Bagaikan berlian berhamburan...

Panjang masa penantian...
Ku berjalan mati
-matian berharap namaku terukir abadi...
Tak kenal waktu, lelah, dan emosi...
Ku berjalan dengan tekad yang kuat...
Tapi begitu sia-sia...

Ribuan keringat berjatuhan tak berarti...
Tak kenal untaian sendi yang terputus...
Cerah hati menjadi kelabu...
Penuh kehancuran yang abadi...

Banyak waktu ku mengejarmu...
Banyak waktu ku mempertahankanmu...
Ku hanya bisa melihatmu berjalan dengannya...
Tak ada yang ku pikirkan selain bertahan atau mundur tuk selamanya...


Paringin , 20 Oktober 2026