AKU YANG TETAP MEMILIH BERTAHAN
Karya: Maria Derisna TausAku pernah menjadi hujan
yang jatuh diam-diam di balik senyuman,
menyimpan badai di dalam dada,
sementara dunia mengira aku baik-baik saja.
Ada malam yang begitu panjang,
ada doa yang kehilangan suara,
ada luka yang tak mampu kuceritakan,
hanya air mata yang menjadi bahasa.
Namun, aku tidak menyerah.
Meski langkahku gemetar menahan lelah,
kupungut kembali serpihan diriku
yang berserakan di jalan kehidupan.
Sebab aku percaya,
patah bukan berarti selesai,
dan jatuh bukan akhir perjalanan.
Selama napas masih kupeluk,
selalu ada alasan untuk bangkit.
Biarlah hari ini aku berjalan perlahan,
sebab aku sedang belajar menyembuhkan diri.
Aku bukan manusia tanpa luka,
aku hanya jiwa yang memilih bertahan
meski berkali-kali ingin menyerah.
Atambua, 23 Oktober 2026