Rumah Bagi Yang Enggan Menetap

Karya: Maha Rajasa Ihsan


Di malam sepi, aku berjalan sendiri,

Memeluk luka yang tak kunjung mati,

Mengenang janji yang kau ingkari,

Sementara kau bahagia dalam pelukan yang lain.

​Dahulu aku percaya, cinta mampu melawan dunia,

Namun kini aku mengerti, tak semua cinta berakhir bersama.

Kau pergi membawa bahagia,

Sementara aku tenggelam dalam nestapa.

​Aku telah berjuang, mengorbankan segalanya,

Namun ternyata, aku bukanlah tujuan akhirnya.

Barangkali benar, takdir tak selalu berpihak pada harapan,

Dan mencintai tak berarti harus memiliki.

​Maka pergilah, tak perlu menoleh ke belakang,

Aku telah lelah menjadi rumah bagi hati yang enggan menetap.

Kini aku menyerah pada waktu,

Membiarkan kenangan membisu,

Sebab aku tak lagi ingin memaksakan rindu.

​Jika kelak namaku terlupakan, biarlah demikian,

Aku pernah mencintaimu dengan seluruh ketulusan.

Dan malam ini, di ujung kesunyian,

Aku memilih melepaskan.




Solok, 18 Oktober 2026