Jejak Langkah yang Terhenti
Karya: Kennedy Trisan FerryLangkah ini akhirnya memilih untuk berhenti.
Bukan karena jalan di depan telah musnah,
melainkan napas yang tak lagi sanggup berpacu
bersama bayang-bayang harapan yang kian menjauh.
Aku melepaskan genggaman yang selama ini kupeluk erat.
Membiarkan semua ambisi lebur bersama debu malam.
Ada lelah yang tidak lagi mampu diartikan kata,
sesebab luka yang menolak untuk sembuh.
Menyerah bukanlah tanda kalah yang memalukan.
Ini adalah cara jiwaku beristirahat dari riuh pertempuran.
Di ujung jalan sunyi ini, aku menerima sunyi,
merangkul patah yang tersisa dengan lapang dada.
Tolitoli, 24 Oktober 2026