Kekal nan Abadi
Karya: I Nyoman Wiryagita ArshavinKita hanyalah jiwa yang ingin singgah,
tanpa arah, tanpa nama yang dikenali.
Tumbuh bersama waktu yang tak henti,
belajar menerima perpisahan nanti.
Aku hanya ingin semuanya tetap di sini,
suara, tawa, dan hangatnya cerita.
Sebab ada yang pergi dari sisiku,
tetapi menetap jauh di dalam jiwa.
Jika kelak maut memisahkan kita,
dan kenangan perlahan memudar dari cerita.
semoga kasih tetap bertahan dalam makna,
meski raga tak lagi bersama.
Barangkali kekal bukan sekadar selamanya,
bukan pula tentang menolak akhirnya.
Melainkan tentang sesuatu yang pernah ada,
yang tetap berarti meski telah tiada.
Jika waktu menghapus jejak kita,
biarlah maknanya tinggal dalam cerita.
Sebab yang pernah menyentuh jiwa,
takkan sepenuhnya hilang ditelan masa.
Denpasar, 29 Oktober 2026