Titik, Bukan Koma
Karya: FEBRIANA WULAN RAHMA WATIDi penghujung pintu suara kala itu,
kutepis kata cegah bayangmu yang meragu.
Dulu kupercaya lelah ini akan berlabuh,
namun hanya sunyi yang kau beri teduh.
Kugurui kenyataan dengan getir,
jemari yang kupeluk tak pernah menggenggam balik.
Jiwaku bak reruntuhan yang mendebu,
sesak menimbun asa yang kian terasing.
Bukan lagi jeda untuk sekedar menghela nafas,
melainkan garis akhir dari penat yang pekat.
Seribu kata maaf untuk diriku,
ragaku ringkih ditikam luka yang pilu.
Kini tak sudi ku nantikan balasan atau sapa,
tiada lagi alasan bodoh untuk kembali berpura-pura.
kurehatkan benak dalam senyapnya malam,
kuhapus sisa rindu yang membeku disudut dada.
Hari ini, kupatahkan pena terakhir dilembar pasrah.
Bukan koma yang menunda rindu,
bukan pula titik dua yang menanti kata.
Kuakhiri dengan titik.
habis sudah kisah berliku,
tanpa ada babak berikutnya.
Pangkal Pinang, 20 Oktober 2026