BERTAHAN ADALAH CARA PELAN UNTUK PULANG

Karya: Fatia Nur Hasanah, S. Pd


BERTAHAN ADALAH CARA PELAN UNTUK PULANG

Bertahan tidak selalu gagah,
kadang hanya soal tidak mematikan kompor
meski air tak kunjung mendidih.

Aku bertahan
seperti sumur tua di Warurejo
yang tetap menyimpan air
meski musim terus memanggilnya kering.

Tidak dengan teriakan,
tidak dengan janji besar di poster.
Aku bertahan dengan cara kecil:
menyapu teras,
mengisi ulang ember,
memperbaiki klep yang bocor
satu per satu.

Jika dunia bertanya apa buktinya aku kuat,
aku tidak punya piala,
hanya Sanyo yang masih berdengung pelan
setiap pagi jam lima.

Dan itu cukup.
Untuk hari ini, cukup.



Kudus, 27 Oktober 2026