Kancing Keempat

Karya: Elvira Turnip


Setiap Minggu Ibu menjahit kancing keempat
pada kemeja yang kainnya telah menipis.
Benang baru ia tarik melewati lubang yang sama,
lubang yang makin lebar oleh kesetiaannya sendiri.

Kancing itu tidak pernah lepas.
Kainlah yang mengalah, serat demi serat,
merelakan dirinya robek
agar satu butir plastik tetap di tempatnya.

Aku bertanya mengapa bajunya tidak diganti saja.
Ibu menggigit benang, menimbang cahaya jendela.
"Di sini tangan ayahmu terakhir berhenti,"
katanya, lalu menjahit lagi.

Yang bertahan di rumah ini
bukan kancing, bukan kemeja,
melainkan tangan yang belum selesai menunggu
dan kain yang diam-diam menanggungnya.


Kabupaten Simalungun, 19 Oktober 2026