Semua hanya Angan

Karya: Elita sureli sinaga



Senyum tak lagi sama,
Air mata tiada henti,
Tawa tak lagi terdengar.

Semua berakhir di persimpangan,
Lorong yang terasa lebih sepi dari biasanya,
Tatapan yang bahkan tanpa harapan.

Cahaya itu telah redup ditelan harapan,
Akan cinta yang tak pernah hadir,
Dari seseorang yang kusebut cinta pertama.

Dia ada, membawaku ke dunia,
Merawat atas dasar kewajiban,
Bukan sebagai ayah yang mencintaiku.

Setiap tindakannya hanya untuk menutupi,
Perannya yang pernah utuh dalam proses hidupku.
Aku menyerah pada cinta yang kupaksa hadir,
dan kasih sayang yang kutuntut darimu.
Aku berharap tak ada lagi kehidupan
yang menjadikanmu sebagai ayahku.
Maaf.


Barung kersap,20 Oktober 2026