Yang Tersisa dari Diriku

Karya: Dwi Cahya Ramadhani



Dunia terus berjalan tanpa menungguku,
sementara aku tertatih di antara luka.
Berkali-kali kupaksa diri untuk berdiri,
meski setiap jatuh, ada bagian diriku yang hilang lagi.

Ada begitu banyak sakit yang tak bersuara,
begitu banyak kecewa yang kupendam sendirian.
Aku terbiasa menyembunyikan rapuh di balik tawa,
hingga tak seorang pun tahu betapa lelahnya aku bertahan.

Pernah kucari kekuatan di tengah keramaian,
berharap seseorang menyadari aku hampir menyerah.
Namun, yang kutemukan hanya sunyi yang berkepanjangan,
hingga kupahami, tak semua luka akan menemukan tempat bersandar.

Maka perlahan kurengkuh diriku yang hampir menyerah,
kupungut kembali harapan yang berserakan.
Aku mungkin tak akan pulih dalam waktu singkat,
namun kali ini, aku tak akan meninggalkan diriku sendirian.


Brebes, 21 Oktober 2026