RUMAH MERDEKA YANG HARUS DIJAGA
Karya: Desno TalalabDi tanah merdeka, kita menanam harapan,
Menyiramnya dengan doa dan pengorbanan,
Para pendahulu mewariskan sebuah kehidupan,
Agar anak cucu tumbuh dalam kebebasan.
Negeri ini ibarat rumah yang sederhana,
Dibangun bersama dengan cinta dan air mata,
Setiap batu menyimpan kisah para pejuang bangsa,
Setiap dinding menjadi saksi perjuangan mereka.
Namun, ketika penjaga terlalu sibuk menghias singgasana,
Ia mungkin lupa memeriksa atap dan jendela,
Sementara hujan perlahan memasuki rumah kita,
Dan mereka yang berteduh mulai kehilangan rasa aman di dalamnya.
Kekuasaan ibarat lampu di tengah gulita,
Seharusnya menerangi setiap sudut yang berbeda,
Bukan hanya menyinari ruang tempat ia berada,
Sementara lorong rakyat dibiarkan kehilangan cahaya.
Jabatan ibarat tangan yang memegang kemudi,
Mengarahkan kapal menuju pelabuhan yang dituju nanti,
Jika tangan terlalu sibuk menghitung isi peti,
Siapa yang akan menjaga kapal agar tetap berdiri?
Wahai penjaga rumah, pandanglah halaman kita,
Masih ada bunga yang layu dan pohon yang merana,
Jangan hanya menghitung buah di taman istana,
Sebab akar yang sehat menentukan hidupnya semua.
Kemerdekaan bukan warisan untuk disimpan sendiri,
Bukan pula kain indah yang hanya dipajang setiap hari,
Ia adalah api yang harus dijaga sepenuh hati,
Agar tidak padam oleh angin kepentingan yang silih berganti.
Mari menjaga rumah dengan pikiran dan kesadaran,
Merawat setiap perbedaan dengan kasih dan persatuan,
Bila ada dinding retak, kita perbaiki perlahan,
Bila ada jalan yang keliru, kita luruskan dengan kebenaran.
Sebab negeri ini bukan milik satu singgasana,
Bukan pula halaman bagi mereka yang berkuasa,
Ia adalah rumah bersama, tempat kita menaruh cita-cita,
Dan kemerdekaan adalah kunci yang wajib dijaga selamanya.
KEFAMENANU, 24 Oktober 2026