Barangkali, Memang Bukan Aku
Karya: AURA QINATA MUSOLIHAku pernah diam-diam berharap
namaku singgah di sela-sela doamu,
menjadi seseorang yang kau cari
di antara riuhnya dunia dan lelahmu.
Namun, rupanya aku terlalu jauh bermimpi.
Sebab di balik binar matamu yang kerap kunanti,
ada nama lain yang kau semogakan,
ada seseorang yang kauingini kehadirannya,
dan ada bahagia yang tak melibatkan aku di dalamnya.
Lucu, bukan?
Aku sibuk mencari cara agar kau menetap,
sedangkan hatimu bahkan tak pernah berniat singgah.
Aku mengumpulkan keberanian untuk mendekat,
sementara kau melangkah menuju seseorang
yang tak perlu berjuang untuk kau lihat.
Lantas, apa yang harus kusesali?
Perasaan yang tumbuh tanpa permisi,
atau harapan yang kupelihara sendiri
hingga lupa bahwa tak semua ingin harus terjadi?
Barangkali, aku memang harus berhenti.
Bukan karena namamu tak lagi bergetar di hati,
melainkan aku mulai memahami
bahwa mencintai tak selalu berarti memiliki,
dan ketulusan tak pernah menjamin
seseorang akan memilih kita kembali.
Maka, pergilah kepada bahagiamu.
Aku tak akan memintamu menoleh,
tak akan menyalahkanmu karena tak memilihku,
sebab kau tak pernah berutang cinta
atas segala rasa yang tumbuh dalam diriku.
Hanya saja, izinkan aku berduka
atas sebuah kemungkinan yang tak pernah ada;
atas kisah yang telah kutulis begitu indah
meski sejak awal,
aku satu-satunya yang membacanya.
Lahat, 25 juni 2026