LUKA YANG MEMILIH TINGGAL
Karya: AURA ARDIANA PRATIWIAku menyimpan hujan di balik mata,
agar dunia mengira
aku baik-baik saja.
Setiap malam, dadaku menjadi rumah
bagi doa yang pulang tanpa jawaban,
bagi sunyi yang duduk terlalu lama.
Aku pernah berteriak pada langit,
namun suaraku jatuh
dan pecah di lantai yang dingin.
Mereka bertanya, "Kenapa masih berdiri?"
Padahal lututku telah lama berdarah,
dan hanya keras kepala yang menopangku.
Ada rindu yang tak bisa kupulangkan,
ada luka yang tak sempat kupamitkan.
Kupeluk keduanya diam-diam,
sebab tak ada bahu yang cukup lapang
untuk menampung patahku.
Namun, aku tetap menyulam napas,
sehelai demi sehelai,
meski jarumnya menusuk tanganku sendiri.
Sebab bertahan bukan karena aku kuat,
melainkan karena aku belum rela
membiarkan lukaku menang.
Tangerang, 19 Oktober 2026