Alamat Yang Tak Lagi Sama
Karya: YohanaRumah itu masih berdiri,
jendelanya masih menghadap jalan yang sama,
pintunya masih menyimpan suara
yang dulu selalu ku tunggu.
Meja dan kursi masih pada tempatnya,
cahaya sore masih jatuh
seperti hari-hari sebelumnya.
Hanya saja, sejak kepergianmu,
rumah ini terasa terlalu sunyi.
Dulu, pulang berarti menemukanmu.
Menemukan suara yang memanggil namaku,
dan seseorang yang membuat lelah
terasa layak untuk dibawa pulang.
Kini aku masih pulang,
tetapi tak tahu kepada siapa.
Sebab rumah bukan sekadar dinding
atau pintu yang selalu terbuka.
Rumah adalah seseorang
yang membuat hati percaya
bahwa sejauh apa pun pergi,
selalu ada alasan untuk kembali.
Dan sejak kau pergi,
aku masih tinggal di sini,
tetapi tak lagi merasa pulang.
Semarang, 23 September 2026