sayu matamu, tempat ku berpulang.
Karya: Vivi marziah putriDi saat duniaku sedang runtuh, aku tidak tahu harus berbuat apa selain bersujud.
Di saat rumahku yang seharusnya menjadi tempat pulang ternyamanku, malah menjadi tempat yang tidak kurindukan untuk pulang.
Dalam dekapan alam berkabut, wajahmu yang keriput selalu menjadi tempat yang tidak mengeluh saat aku datang berkunjung. Matamu yang amat sayu selalu hadir memeluk kerapuhanku.
Walaupun dengan ribuan keluh kesahku, engkau tetap memandangku dengan lembut.
Andai dunia ini selamanya, aku rela jika harus dikuliti, asalkan kau tetap hidup.
Bagiku, yang menyakitkan bukanlah cacian atau makian dari orang-orang. Namun, kekecewaan akibat ekspektasimu yang tidak dapat kupenuhi.
Tempat pulangku yang selalu menerimaku, dengan belaian lembut tanganmu.
Riau, 8 September 2026