Berlabuh Pada Sandaran Rubuh
Karya: Sri WahyuniAku berjalan tanpa arah tujuan,
Ke mana aku harus berlabuh?
Semua dermaga runtuh dalam sekejap mata.
Aku lelah, aku ingin pulang...
Semua sandaran pulangku telah runtuh.
Ke mana aku harus pulang?
Rengkuhan yang hangat dulu hilang.
Aku mulai menghitung...
Satu... dua... tiga...
Aku berhenti sejenak,
Menghirup udara dengan tenang.
Kujeda tiga detik,
Lalu aku berjalan kembali, meski berat melangkah.
Biarlah dermaga lama menjadi kenangan.
Namun, hembusan napas yang tersisa,
Menjadi bukti bahwa aku masih ada.
Aku tak mencari rumah baru.
Sebab sejauh apa pun kaki melangkah,
Tempat pulang sejati adalah menerima diri apa adanya.
Dan kini aku berlabuh pada damai yang kubuat sendiri.
Sejiram, 26 September 2026