Kenangan Tanpa Masa Lalu

Karya: Siti Nurfadilah


Cangkirmu kucuci dua kali.
Sandalmu kususun menghadap pintu.
Kau di dapur menyeduh teh,
dan aku menghitung
berapa kali lagi
sendokmu berdenting.

Sebelum kau pergi,
kusimpan suaramu di saku,
kuncimu di laci,
langkahmu di lantai
yang belum kau tinggalkan.

Aku memandangimu.
Kau bertanya, “Kenapa?”
Kujawab, “Tidak apa-apa.”

Maafkan aku.
Tanganmu kugenggam,
tapi separuh diriku
sudah mengemasi bajumu,
sudah memilih foto untuk bingkai,
sudah berdiri di tanah
dengan bunga di tangan.

Malam ini kau tidur.
Kuhitung napasmu
seperti orang menghitung uang
yang akan diambil esok pagi.

Esok tiba.
Kau menyeduh teh.
Sendokmu berdenting,
dan bunyinya sudah kuhafal
sebelum habis.



Semarang, 29 Agustus 2026