Yang Telah Pergi Sebelum Pergi
Karya: Siti NuraeniDi atas sofa yang dingin,
kugenggam kertas tertanda hitam di atas putih,
air mataku tak lagi jatuh,
entah karena ikhlas atau sekadar delusi.
Kulihat sepatumu tergeletak
jauh dari tempat yang seharusnya.
Dari pintu kamar, kulihat dirimu
tertidur seakan tak ada beban.
Malam ini, sebelum fajar menjemput,
kutepati janji terakhir sebagai istri:
kurapikan kekacauanmu, kubersihkan debunya,
kutaruh di sudut pintu agar kau mudah untuk melangkah.
Di dapur, masakan favoritmu
kusajikan bersama sunyi.
Seketika, kuteringat pada puisi
"Aku Ingin" Karya Sapardi
Dulu kita membacanya dengan tawa.
Namun kini, artinya seakan berbeda,
mencintaimu dengan sederhana berarti menjadi kayu—
dipahat, dipaku, lalu menjadi debu.
Untuk terakhir kalinya,
kupastikan tubuhmu tetap hangat di balik selimut.
Dari ambang pintu,
kutatap rumah untuk terakhir kalinya.
Kutinggalkan sepatu
yang kusiapkan untukmu.
Pagi itu,
langkah pertama bukan lagi milikmu.
Sukabumi 23 September 2026