Lebih baik pergi
Karya: Shahrizal Revano PutraSetiap kali melihat dirimu,
entah kenapa aku terpaku dalam kurungan waktu.
Belum lama rasaku mengenalmu,
namun rasa cinta tak dapat membohongiku.
Tawamu bak cakrawala yang menghiasi dunia.
Tingkahmu bagaikan angin yang menerpaku,
tak terduga, tetapi selalu meninggalkan kenangan nya.
Namun aku musuh sangsi...Setiap mata kita bertemu seolah-olah kau memberikan dua tatapan yang tak pernah kau harapkan.
Mencintaiku dengan segala kekuranganku, atau membenciku karena semua tingkah konyolku.
Di antara semua harapan yang kutanam, hanya kenangan pahit dan kebencianmu yang perlahan kurasakan.
Lelah jiwaku memungut rasa.
Menyuarakan cinta berujung lara.
Mengerami lirih-lirih jiwa.
Pada takdir yang membunuh cinta.
Pada akhirnya, aku mengalah bukan pada seseorang, melainkan kepada kenyataan bahwa...
"Setiap kapal tak selalu memiliki dermaga yang menerima nya."
Tegal, 23 September 2026