Pergi Membawa Separuh Rindu

Karya: Shafiahura Rayhan Abyas Effendi


Kau pergi ketika senja belum selesai mengeja namamu.
Langkahmu menjauh, meninggalkan pintu menyimpan hangat.
Aku berdiri, memeluk udara, seolah dapat memelukmu kembali.
Namun waktu pandai membawa, tak pernah mengembalikan.

Ibu berkata, “ikhlaskan.”
Tetapi bagaimana hati dapat ikhlas ketika setiap sudut masih memanggilmu?
Malam menjadi saksi; bantal menjadi tempat jatuhnya isak.
Air mata menulis namamu berulang-ulang di pipiku.

Pergilah, jika jalanmu menuntut demikian.
Bawalah seluruh tawa yang pernah kita miliki.
Aku akan tinggal bersama sunyi, merawat kenangan yang tak sempat menjadi tua.

Kelak, bila rindu mengetuk, biarlah aku menyebutmu sebagai doa.
Sebab pergi ternyata berarti kehilangan tanpa benar-benar berhenti mencintai.


Klaten, 30 September 2026