pulang ke tempatmu

Karya: Sephia Adzahra Faristya


gemericik rinai yang telah sedikit membasahi dedaunan dan bunga seolah tau isi pikiranku.
rasa itu tak pernah hilang, bahkan sampai detik dimana kamu harus pulang.
tapi...
apakah aku harus selamanya terbelenggu rasa sesak yang tak pernah usai ini?
deretan bangku, pepohonan dan awan-awan yang berjalan bebas seolah membisikkan sesuatu padaku
desiran angin sepoi-sepoi menerpa rambutku, dinginnya menusuk kulitku yang bergesekan dengan gundukan tanah merah yang kini terpanjang namamu.
air mata lolos dari pelupuk mataku...
mungkin ini saatnya kamu pulang, bukan hanya dari tempat itu, namun juga dari perasaan yang kau tahan selama ini
dan aku juga harus pulang, di tempat dimana harusnya masih ada sekarang
bukan untuk melupakan, namun untuk kembali berjalan beriringan dengan bagian yang masih biasa ku rasakan
sementara kamu...
tenang menyusuri sungai air susu, damai tanpa rasa sakit dan perjuangan
hatiku masih untukmu, begitupun perasaanku
akan tetap begitu dan seterusnya begitu



Magelang, 19 September 2026