"Pergi, Tanpa Pernah Bertemu"

Karya: Seny Sari Sanggu




Kita bahkan belum pernah berdiri
di tempat yang sama,
belum pernah saling menatap
di bawah langit yang sama.
Namun entah bagaimana,
namamu sempat menjadi bagian
dari hari-hariku.

Awalnya aku mengira jarak
hanya angka yang bisa dipendekkan
oleh waktu dan kemauan.
Ternyata aku keliru.
Ada jarak yang bukan tentang kilometer,
melainkan tentang keadaan
yang perlahan membuat dua hati
memilih arah berbeda.

Pernah aku menunggu
dengan keyakinan bahwa suatu hari
kita akan menemukan jalan untuk kembali.
Tetapi hari-hari terus berjalan,
dan aku mulai mengerti
bahwa harapan pun memiliki batas.

Aku tidak ingin lagi mempertanyakan
mengapa langkahmu menjauh.
Mungkin memang begitulah kisah kita:
bertemu tanpa benar-benar bertemu,
saling mengenal dari kejauhan,
lalu belajar menerima sebuah akhir.

Jadi, pergilah.
Aku tidak akan menahan langkahmu.
Bukan karena semua rasa telah hilang,
tetapi karena aku akhirnya mengerti
bahwa ada seseorang
yang harus kita lepaskan
agar kita sama-sama bisa melanjutkan hidup.

Suatu hari nanti,
mungkin namamu hanya menjadi
sebuah nama dalam ingatan.
Namun aku akan tetap mengingat
bahwa pernah ada seseorang
yang datang dari kejauhan,
meninggalkan cerita,
lalu mengajariku satu hal:

tidak semua yang datang
ditakdirkan untuk menetap.


Kupang,14 September 2026