(Menuju Bunga Matahari yang sirna)
Karya: Sarinita NabuasaPULANG
Setiap jalan yang aku tempuh terasa berat,
Kadang aku bingung, harus berhenti atau terus melangkah.
Di saat aku mencoba berhenti,
Ada banyak hal yang seakan menyuruhku untuk maju.
Aku kalut melangkah,
Namun Kau datang, membuatku berani dan melihat hal yang indah.
Kini, di saat Kau benar-benar pergi dari sisiku,
Aku benar-benar bimbang.
Aku ingin memutar lagi waktu,
Untuk kembali ke tahun kita pertama bertemu.
Namun ternyata, itu semua hanyalah rekaman memoriku.
Di saat ada hal-hal baru datang,
Kamu seakan perlahan terlupa.
Tetapi nyatanya, kamu tidak akan pernah bisa dihapus dari ingatan.
Hingga hal-hal baru itu akhirnya hanyut,
Dan aku kembali mendambakan jalur yang sama;
Saat kau masih berdiri di depan pintu,
Tersenyum hangat menyambut kedatanganku.
Seketika aku kembali teringat,
Betapa fananya dunia ini tanpa kehadiranmu.
Engkau yang dulu hadir bagaikan bunga matahari,
Begitu cerah, menghangatkan pagi hari.
Namun kini, engkau juga yang memberiku luka paling mendalam.
Meninggalkanku terbakar dalam sepi dan musim yang panjang , yang entah kapan akan berakhir
Terjebak dalam kebakaran dan kobaran api,
Yang perlahan ingin membawa seluruh ragaku pergi.
Jawa barat ,29 September 2026