Muara Seribu Lelah
Karya: Rulastri, S.T.Roda waktu terus berputar
melintasi jalanan panjang berdebu.
Setelah pengembaraan menembus kantuk dan keletihan,
langkah ini akhirnya berbalik menyusuri jejak kenangan.
Ada luka tersembunyi di balik senyum tipis,
namun rindu selalu tahu ke mana arah kembali.
Aku pulang membawa ribuan beban
yang terkumpul dari sudut ruang kelas dan riuk peradaban.
Di ambang pintu yang tua,
bayang ibu berdiri menyambut hangat.
Matanya yang teduh menyimpan ketabahan
yang tak pernah padam oleh badai kehidupan.
Di sini, di pangkuan ibu yang penuh doa,
muara seribu lelah akhirnya bermuara
pada kedamaian sejati yang sesungguhnya.
Cirebon, 30 September 2026