Pulang
Karya: Robin Frans ZaiAku berjalan terlalu jauh,
hingga dunia terasa seperti laut tanpa tepi.
Langit menekan dadaku dengan jutaan ton kesunyian,
dan malam menggantungkan dukanya
tepat di atas kepalaku.
Aku ingin berhenti.
Bukan karena aku lemah,
tetapi karena kakiku terlalu lama
menopang jiwa yang nyaris runtuh.
Hidup terasa seperti penjara tanpa pintu,
setiap napas seperti hukuman,
setiap pagi seperti perang yang belum selesai.
Aku hampir percaya
bahwa tidak ada lagi jalan untuk pulang.
Namun di ujung lorong gelap itu,
aku melihat satu cahaya kecil.
Tidak besar. Tidak gemerlap.
Tetapi cukup untuk berkata,
“Jangan berhenti di sini.”
Maka aku menangis,
bukan karena semuanya telah baik,
tetapi karena untuk pertama kalinya
aku tahu:
mungkin aku belum selesai.
Mungkin jalan pulang
harus melewati gelap,
tetapi selama cahaya itu masih ada,
aku akan mencoba berjalan lagi.
Probolinggo, 18 September 2026