Mode Pesawat

Karya: Riska Krisdayanti Lase


Layar di atas meja terus menyala.
Rentetan pesan datang tanpa jeda,
panggilan tak terjawab,
nama-nama terus berganti,
dan aku selalu menjawab.

Aku selalu menjadi ruang
yang tak pernah terkunci,
menyediakan telinga
bagi suara yang datang silih berganti.

Namun malam itu,
jemariku memilih mode pesawat.

Layar itu akhirnya diam.
Tak ada panggilan,
tak ada nama,
tak ada yang menagih jawaban.

Anehnya, saat layar itu padamu,
aku tak lagi membutuhkan kompas.

Lalu, dalam layar yang gelap,
satu nama meraba ingatan.

Tak ada satu pun pesan yang masuk.

Ternyata,
tubuh ini tahu jalan
menuju tempat yang sejak lama ditinggalkan.


Perawang, 10 September 2026