Membaca Peta yang Kehilangan Arah Pulang
Karya: Risang Abdul WicaksonoDi tepi jendela yang berdebu tipis,
aku menghitung jejak yang tertinggal di aspal basah.
Lampu-lampu kota perlahan padam satu per satu,
seperti harapan yang lelah berjaga sepanjang malam.
Kita pernah saling meminjam bayang-bayang,
berjalan tanpa cemas akan tikungan yang memisahkan.
Kini, deru angin hanya mengantar sisa percakapan,
kalimat yang patah sebelum sempat menemukan titiknya.
Di meja tua, cangkir kopi telah mendingin,
menyimpan riak sunyi yang enggan larut.
Aku masih di sini, merapikan lembar demi lembar ingatan,
meski tahu langkahmu telah melipat jarak,
menuju pagi yang tidak lagi memerlukan namaku.
R,17/9/2026
Bekasi, 17 September 2026