Kembali ke Rahmatullah : Amar Terakhir atas Kepergianmu
Karya: Rhafizqa Nur Syarifah SyafnaKala menghimpun butiran di sudut yang mengenang ragamu,
Potret sebagai bukti bahwa susunan dokumen berwujud histori.
Separuh tahun menata berkas pernyataan menuju kepergianmu,
Saksi bisu bersabda, "Pergi sementara, tak berarti nyawa bersifat absolut".
Rawat jalan, proses hadirnya perkara singkat menuju kompleks.
Goresan pena tak henti mengucap nama dalam ranah perawatan.
Perlahan gangguan menjalar sekujur tubuh, mengajukan keberatan atas takdir.
Separuh tahun merangkai misteri ajal yang menyambut insan.
Raga mengibar bendera suci, mencabut segala gugatan pertahanan.
Damai atas nuansa yang kaku, mengikhlaskan segala ikatan duniawi.
Ruh berpulang atas kehendak-Nya, semesta kian menyambut rindu.
Maka, amar terakhir ialah kepergianmu berkekuatan hukum tetap.
Balikpapan, 07 September 2026