Ikhlasku, Tulusku

Karya: Qhaisya Putri Rahayu


Kakiku melangkah
menjauh dari sisimu,
meninggalkan kamu dan kenangan kita.

Aku pergi bukan berarti
aku sudah tak mencintaimu.
Aku pergi
karena aku tahu,
hadirku sudah tak dianggap lagi olehmu.

Hati terus memaksaku untuk menetap,
tapi otak berulang kali memberi tamparan
bahwa aku sudah dibuang.
Aku harus sadar diri,
tak baik terus mengemis pada cinta yang membunuhku.

Perlahan,
aku akan belajar mengikhlaskanmu,
karena ikhlas juga termasuk
bahasa cinta yang paling tulus.


Bandung, 17 September 2026