Rumah yang tidak pernah pergi
Karya: Putri Al JastisyahAku pernah pergi,
membawa matahari di punggung
dan malam di saku yang koyak.
Kota-kota kulewati;
Jalan-jalan mengganti namaku
dengan angka dan alamat.
Kukira pulang hanyalah
sebuah pintu yang terbuka,
halaman yang mengenali langkah,
dan suara yang memanggil
seperti masa kanak-kanak.
Namun pada malam
ketika jarak terasa paling sunyi.
Aku menemukan rumah
bukan di ujung jalan
melainkan di dalam doa.
Ada namaku yang telah di sebut
oleh suara yang tidak pernah kudengar.
Ada tangan yang menunggu
tanpa pernah melambaikan isyarat.
Maka biarlah aku pergi
sejauh yang sanggup di tempuh kaki.
Sebab pulang bukan tentang
seberapa jauh aku kembali.
Melainkan kepada siapa
hatiku selalu menemukan jalan.
Dan rumah itu.
Tidak pernah pergi.
Sulawesi Selatan, 10 September 2026