Menyaapu Bayang Di Ambang Semesta

Karya: NUR AINI


Aku menanggalkan selimut sunyi yang lapuk,
melangkah merobek selaput ragu di ambang pintu.
Derap kaki ini menggetarkan sunyi,
meruntuhkan monumen kenangan di ceruk ingatan.

Di balik punuk waktu, masa lalu meleleh
menjadi jelaga yang disapu angin malam.
Kepergian ini melipat jarak dan ruang,
tidak menyisakan jejak untuk kembali pulang.

Dada ini menjelma kawah meletupkan keberanian,
menelan gulita jalanan yang membisu.
Lorong takdir membentang sangat tajam,
menembus tirai cakrawala penutup rasa gentar.

Setiap ayunan langkah menenggelamkan cemas
ke dalam palung dalam tanpa dasar.
Aku terus menerjang kokohnya dinding zaman,
menatah prasasti baru di atas kanvas mahaluas.

Kepergian ini adalah ikrar paling abadi,
meledakkan semangat yang membakar dada.
Sebuah janji suci yang tidak akan runtuh
oleh himpitan jarak dan terjangnya waktu.


Palopo, 22 september 2026