Pergilah, Tuan

Karya: Nova asari


Tuan

Kenapa kau memilih pergi
saat langit masih mampu menemani awan
dengan rona yang berbeda,
saat bulan rela menerangi malam
hingga pagi datang?

Lalu, mengapa kau tak mampu
menemaniku?

Untuk apa kau datang waktu itu,
membawakan secangkir keyakinan
bersama cinta yang kau tanam,
jika akhirnya mudah kau lepaskan?

Kau pergi setelah mengenal wanita baru
di tengah perselisihan kita.

Semakin aku berusaha tahu,
semakin dalam rasa sakitku.

Ternyata, kau masih bersama masa lalu
yang sering kau ceritakan kepadaku.
Katamu, “Dia menyakitiku.”
Lalu, “Aku membencinya.”

Sialnya, aku percaya.

Kenyataannya, kaulah pelakunya, Tuan.

Dia masih milikmu,
dan kau masih miliknya.
Namun, kau tetap menjalin hubungan denganku,
sambil membangun hubungan lain
di atas hubungan yang belum selesai.

Kau pelakunya,
tetapi berlagak sebagai korbannya.


Kalimantan tengah 15 september 2026