Pergimu Tanpa Jejak
Karya: Nia Ariska, S.Pd.,GrAku pernah menjadikanmu
sebuah nama yang diam-diam kupeluk dalam doa.
Kudambakan hadirmu,
meski takdir ternyata menulis kita
dengan jarak dan perbedaan yang begitu jauh.
Lalu kau pergi tanpa jejak, tanpa salam, tanpa menoleh.
Bukan karena tak cinta,
tetapi karena tangan-tangan keadaan memaksamu meninggalkan kita.
Kau pergi tanpa penyesalan,
sementara aku tetap tinggal,
memeluk kenangan yang tak pernah sempat menjadi rumah.
Subang, 29 September