Sebelum Jarak Menjadi Rumah
Karya: Naura Alya RhammadhanniKau pergi ketika langit belum selesai
menyimpan warna senja.
Langkahmu menjauh perlahan,
seperti cahaya yang enggan
tinggal di ujung hari.
Aku berdiri di ambang pintu,
menghitung jarak yang tumbuh
di antara kita.
Tidak ada tangan yang mampu
menarik kembali waktu,
tidak ada doa yang dapat
memaksa langkahmu berbalik.
Barangkali, kepergian memang demikian:
meninggalkan jejak di hati,
lalu mengubah kenangan
menjadi tempat yang tidak bisa dihuni.
Maka pergilah.
Bawalah namaku jika masih kau ingat,
dan tinggalkan aku bersama sunyi.
Sebab suatu hari nanti,
aku akan mengerti bahwa kehilangan
bukan akhir dari sebuah perjalanan,
melainkan awal untuk menemukan
jalan pulang kepada diri sendiri.
Cilangkap, 17 Agustus 2026