Tempat Aman.

Karya: Nashifa Khairis Mumtazah


Kapan langkah kakimu sampai di sini?
Aku menunggu bahkan hingga mataku ikut berdiri.
Sayang, kapankah kamu akan pulang?
Tubuhku menggigil—sampai aku meriang.

Kurindu kecup di pipiku,
ingin 'ku dipeluk sampai melupa kalau di kepalaku ada benalu.

Duduklah lagi bersamaku, sayang—setidaknya untuk sementara, gundahku akan beristirahat di singgasananya.

Cepat pulang, pemilik sang aman,
aku merindu. Merindu karena selama ini mulutku bisu—
Karena hanya saat bersamamu, aku tak merasa malu.


Tangerang, 17 September 2026