Pergi Tanpa Kembali

Karya: Naimah


Dulu

Akulah tempat yang selalu kau cari,
menjadi rumah yang ingin kau tinggali.
Kadangkala menjadi bendungan bagi segala laramu.

Kau pernah berucap,
akulah rona pengisi kelabu di hidupmu,
cahaya paling terang pada malammu,
ratu yang menduduki takhta tertinggi hatimu.


Kala itu

Kau banyak menabur benih-benih pujian.
Kau kata, cantikku melampaui para dewi,
bidadari surga pun mengakuinya.

Kau menanam banyak kata manis,
berjanji mencintaiku sampai bintang-bintang berjatuhan.
Dan matahari tak lagi terbit,
senja pun tak lagi bisa dinantikan.


Tapi
Entah di mana sekarang kau berada
Pergi tanpa sepatah kata,
seperti debu diterpa angin,
dan tak pernah kembali.

Pada akhirnya

Kau menjadi kisah paling sakit,
menjadi tanya yang tak pernah terjawab.
Biarlah pergimu menjadi penutup kisah ini,
sebab ada kepergian yang cukup diterima.


11 September 2026