Pulang bersama takdir-Nya
Karya: Nailul IzzahAyah, aku pulang....
Namun, tak ada sahutan dari cinta pertamaku
Hanya sunyi yang menyambut,
Dan lumat suara tangis yang memenuhi sudut rumah
Ada apa dengan hari ini?
Di atas ranjang, terbujur tubuh yang terlelap
Dibalut kain jarik, kaku tanpa kata
Pikiranku merajut kacau,
Mencoba menolak kenyataan yang menikam batin
Apakah ini nyata, atau sekadar mimpi buruk yang semu?
Aku seketika lumpuh dalam ketidak percayaan
Hatiku lebur, rontok menjadi puing
Dinding tempatku mengadu keluh kesah telah runtuh
Ia berpulang membawa seluruh dunianya,
Pergi begitu saja tanpa sebaris pamit
Ya Allah, apakah cinta pertamaku sudah enggan menatapku lagi?
Inikah takdir sesak yang harus kupeluk erat?
Aku rapuh, ya Allah... aku tak mampu
Bagaimana aku harus menenun hidup tanpa jiwanya?
Bagaimana ibu dan adik-adikku menyambung hari tanpa dekapnya?
Jika boleh meminta... kenapa tidak aku saja?
Bojonegoro, 6 September 2026