Kamu, Adalah Tempatku untuk Pulang
Karya: Nadia Syauqiya El BannaOrang-orang selalu berpikir bahwa pulang hanyalah tentang rumah, pintu yang terbuka, dan tempat untuk meletakkan lelah.
Namun, bagaimana jika rumah tak lagi berupa bangunan? Bagaimana jika rumah berwujud manusia?
Kamu adalah tempatku untuk pulang, tempat di mana aku diterima, didengar, dan diperlakukan dengan kasih sayang.
Kita adalah dua manusia dengan ego yang sama-sama tinggi. Ketika bertengkar, kita seolah tak membutuhkan satu sama lain. Kita menjauh tanpa komunikasi, seolah tak pernah bertukar kata-kata manis.
Namun, sedahsyat apa pun badai yang menghantam hubungan kita, selalu ada jalan yang membawa kita kembali bersatu.
Mungkin karena kita memang begitu, dua manusia yang saling membutuhkan, tetapi terlalu keras kepala untuk mengakuinya.
Sebab bagiku, rumah bukan tentang seberapa megah bangunan berdiri, tetapi tentang kepada siapa hati ini ingin pulang.
Dan aku akan selalu memilihmu, kasih.
Tegal, 13 September 2026