Jalan Pulang
Karya: Maznah ZafirohJalan pulang tidak selalu berupa aspal dan tikungan.
Kadang ia berupa nama yang disebut lirih di ujung doa.
Kadang ia berupa pelukan yang menunggu di ambang pintu,
dan aroma masakan yang sudah lama kurindukan.
Aku berjalan membawa lelah, membawa cerita,
membawa rindu yang menumpuk di dada.
Setiap langkah terasa berat,
namun hatiku ringan karena tahu ke mana harus kembali.
Rumah bukan hanya dinding dan atap.
Rumah adalah tempat di mana namaku masih diingat,
tempat di mana tawa dan air mata diterima sama.
Maka aku terus berjalan,
karena di ujung sana ada pulang yang menenangkanku.
Di sana tidak ada penilaian, hanya ada penerimaan.
Di sana lelahku boleh istirahat,
dan hatiku boleh pulang dengan utuh.
Banyumas, 12 September 2026