Jejak Pulang Seorang Dara

Karya: MAYA SUSILAWATI


Angkara yang tak pernah mereda,
membakar puing-puing dalam hidupnya.
Luka yang tumbuh di masa belia,
menyisakan atma yang tak lagi sama.

Sayapnya telah lama patah,
oleh manusia berhati iblis bertopeng malaikat.
Kekecewaannya tak lagi berupa air mata,
melainkan teriakan yang menuntut kematian.

Namun, raga yang telah berdarah,
tetap berjuang menemukan arah.
Dengan langkah yang tertatih,
ia memaksakan diri untuk pulih.

Kini, hidupnya tak lagi sekadar kekosongan,
melainkan embusan napas yang membawa doa dan harapan.
Di antara riuh badai yang belum reda,
ia tetap mengembara mencari jalannya.

Jalan pulang,
menuju tempat kedamaian sejati.


Bandung, 15 September 2026