Muara Sunyi

Karya: Marsha Eka Sahlah


Aku lelah berjalan di atas lumpur hisap sembari mengeja buku dalam bahasa asing. Di sekelilingku, seribu cermin retak memantulkan asumsi yang keliru, memaksa bendunganku tetap kokoh menahan air bah agar tidak pecah setiap waktu.

Saat ini, aku mencari jangkar kokoh untuk meluapkan bendungan yang telah retak. Lalu, netraku menemukan dirimu, rumah yang setia menjadi ruang sidang yang sunyi untuk mendengarkan segala keluhku tanpa pernah mengetuk palu.

Izinkan air bah ini mengalir hingga habis menjadi sunyi yang damai.


Bekasi, 11 September 2026