Sebelum Pintu Menutup
Karya: Marrisa Gita PutriPergilah, sayang.
Aku sudah hafal bunyi langkahmu
bahkan sebelum pintu sempat kau sentuh.
Tinggalkan saja cangkir yang selalu kau pakai,
kursi yang kau geser sedikit ke kiri,
dan kebiasaan menyebut namaku
seolah dua suku kata itu
memiliki tempat khusus di mulutmu.
Aku tidak akan mengejarmu.
Hanya saja, setelah kau pergi,
siapa yang akan mengingat
aku tak pernah menyukai teh tanpa gula?
Siapa yang akan mematikan lampu kamar
karena tahu aku selalu lupa?
Kau mungkin selesai denganku
ketika kakimu menemukan jalan lain.
Namun aku tahu satu hal:
ada manusia yang pergi dari pelukan,
tetapi menetap dalam cara seseorang
menjalani hari setelahnya.
Lubuklinggau, 25 September 2026.