Rentang Panji
Karya: Maharani Afifah PradyanitaDi barat, senja menutup hari dengan semburat keemasan,
di utara, pagi membuka langit dengan warna yang berlainan.
Satu menatap matahari yang perlahan tenggelam di perhentian,
satu menunggu cahaya tumbuh dari ufuk perjalanan.
Di antara keduanya, terbentang jalan tanpa kepastian,
mengukur rindu melalui jarak yang tak selesai dihitungkan.
Barangkali kita bukan kehilangan arah dalam perjalanan,
hanya dilahirkan kompas dengan tujuan yang berlainan.
Namamu kubiarkan berlayar bersama angin ke barat yang berkesudahan,
sementara doaku memilih utara, mencari jejak pada langit yang tak berkesudahan.
Kita mungkin tak akan bertemu pada satu persinggahan,
namun pernah saling menjadi alasan untuk menantikan kepulangan.
Sebab ada perjalanan yang tidak berakhir pada pelukan,
melainkan pada kesediaan menerima bahwa menetap pun kadang berarti melepaskan.
Medan. 09 September 2026