Kepada Rumah yang Tak Pernah Meruntuhkanku

Karya: LAHYUL YULIANI


Aku telah menyusuri pelosok malam yang asing,
menelan getir prasangka dan riyuh yang bising.
Kakiku memar dihantam batuan takdir,
menatap asa yang nyaris sekarat dan berakhir.
​Dunia menagih tebusan atas setiap langkahku,
menghujamkan belati kata di dada yang membeku.
Namun di ujung lelah, ada jejak yang kurindu,
sebuah muara tempat bermukimnya restu.
​Bukan pada dinding batu aku kembali,
melainkan pada matamu yang tak pernah ingkar janji.
Engkaulah jeda di antara riuh yang menyiksa,
pintu terbuka yang merawat luka tanpa bersuara.
​Kutanggalkan seluruh luka dan lelah di ambang pintumu,
sebab di dekapmu, aku tak perlu berpura-pura tangguh.
Sejauh apa pun badai melempar langkahku ke petang,
di sisimulah satu-satunya alasan aku harus pulang.


Selong, 11 September 2026