Sajak Rumah Lengang.

Karya: Kheyza Danesh Firji Rahayu.


Menuju rumah,
adakah kau disana?
Sepi merayap di sudut ruangan,
kulihat bayanganmu,
benarkah itu kamu?

Netra jiwa,
teduh sekali pandanganmu.
Laksana daun yang gugur,
di antara bunga-bunga berguguran.
Oh, saujana hati.

Malaikat tak bersayap,
jantung hati ku terpaut padamu.
Kian kemari,
mengapa hanya semu yang kutemui?
Ini rinduku padamu.

Bunda,
mengapa telanjur pulang ke keabadian?
Kembalilah ke pangkuan rumah,
seisi rumah ini merindukan hadirmu.
Sajak ini, menitip pesan untukmu.

Kini sunyi kian mencengkeram erat,
tiada lagi hangat peluk dan belai yang tersisa.
Hanya doa yang terus mengalir tanpa rehat,
menuntun rinduku menuju alam sana.

Meski raga tak lagi bersua,
namamu abadi dalam setiap bisikan hati ini.
Damailah di sana dalam peluk-Nya,
hingga semesta mempertemukan kembali.



Bogor, 9 September 2026