Menatap Punggung Waktu
Karya: Ja'far Sodik MaulanaDi ambang pintu yang setengah terbuka,kamu berdiri menghitung langkah yang tersisa.Pergi bukan lagi pilihan yang tertunda,melainkan jalan tunggal yang harus dieja.
Ada yang runtuh saat tapak kaki mulai menjauh,seperti derit kayu tua yang dipaksa patuh.Kamu meninggalkan jejak di lantai-lantai berdebu,bersama tumpukan kenangan yang kini membeku.
Namun, lihatlah ke depan,jalan setapak menantimu tanpa banyak tuntutan.Pergi bukan berarti kamu kalah oleh keadaan,tetapi caramu memberi ruang bagi sebuah kepulangan.
Sebab terkadang, kita harus menjadi asing terlebih dahulu,menembus kabut dan melintasi jarak yang menderu,hanya untuk menyadari,di mana sesungguhnya hati ini ingin menetap dan mengada.
Lepaskan yang telah lalu,langkahkan kakimu,sebab dunia yang baru sedang menunggumu.
Kalimantan, 1 Juli 2026