Yang telah Pergi

Karya: Isma dzu fadl ibril


Yang Telah Pergi

Barangkali bukan benar-benar meninggalkan,
ia hanya menjelma menjadi sunyi,
yang tak pernah menoleh kembali,
namun tinggal abadi dalam ingatan.

Namamu tersimpan
di antara doa-doa yang pernah naik,
namun belum sempat terkabul,
atau mungkin tak pernah ditakdirkan sampai.

Kini, aku belajar melepaskan,
bukan karena tak lagi mengingat,
melainkan karena sadar—
tak semua yang dicintai harus dimiliki.

Jika kelak kita menjadi asing,
biarlah kenangan tetap menjadi rumah.
Sebab yang telah pergi tak harus kembali,
cukup pernah berarti, lalu kurelakan pergi.


Majalengka, 29 September 2026