Deviasi Lintasan Pesawat Kertas No. 520
Karya: Ishmah Dinina AulawiyahDari selembar kertas,
tanganmu melipatku bersamamu.
Satu sudut ke sudut lain,
berulang, sampai seratnya memutih.
Kala dua sayap selesai,
kau melempar tubuhmu lebih dahulu.
Sepoi muson timur mengangkat hidungmu,
bayangmu mengecil di luar jendela.
Kertas yang sama kulempar menyusul.
Sekali,
sayapku menampar lantai.
Dua kali,
ujungku terseret angin barat.
Bekas lipatan itu,
membuat tubuhku selalu membelok
ke jejak lemparan semula.
Kucungkil garis-garis yang mengeras,
kubentangkan tubuhku sampai nyaris rata.
Kali ini, kulipat sayap
di luar bekas tanganmu.
Lemparan terakhir tak tinggi.
Tubuh kecil itu oleng, turun.
Lalu meluncur melewati jendela
beraroma osmanthus.
Di rerumputan,
tak ada tangan yang memungutnya.
Hanya bekas lipatan
yang masih tinggal di kertas.
Surabaya, 29 September 2026